BAB I PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Pendidikan tinggi sebagai kelanjutan dari pendidikan menengah diselenggarakan
untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki
kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan
menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. pendidikan tinggi
dilaksanakan di perguruan tinggi dan oleh perguruan tinggi yang terdiri atas
pendidikan akademik dan professional.
Lulusan perguruan tinggi baik ilmuan/akademisi
dan professional diharapkan memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan
personal, kemampuan akademik, dan kemampuan professional.
Kemampuan personal adalah kemampuan kepribadian. dengan kemampuan ini para
teaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap,
tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami
dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan,dan kenegaraan (pancasila),
memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang
dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Kemampuan akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik
lisan, maupun tulisan; menguasai peralatan analisis, berpikir logis, kritis,
sistematik dan analitik; memiliki kemampuan kensepsional untuk mengidentifikasi
dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternative
pemecahan.
Kemampuan professional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli
yang bersangkutan. dengan kemampua ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
Kemampuan personal adalah ditanamkan kepada para mahasiswa sebagai calon
tenaga ahli melalui program pendidikan umum. pendidikan umum merupakan studi
kajian yang membekali pesrta didik berupa kemampuan dasar tentang pemahaman,
penghayatan,dan pengalaman nilai-nilai dasar kemanusiaan, sebagai makhluk
tuhan, sebagai pribadi, anggota keluarga, masyarakat, warga Negara, dan sebagai
bagian dari alam.
ISBD mengambil peran sebagai program pendidikan umum yang bersifat
mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan personal. menempatkan diri sebagai
anggota masyarakat yang tidak terpisahkan dari masyarakat serta kemampuan untuk
memiliki tanggung jawab social kemasyarakatan. tanggung jawab itu diwujudkan
dengan keikutsertaan dalam memecahkan masalah social dimasyarakatnya sesuai
dengan ilmu yang dimilikinya.
Program pendidikan umum berusaha untuk memperluas cakrawala perhatian dan
pengetahuan para mahasiswa sehingga tidak terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan
asal masing-masing, membantu mahasiswa menemukan diri sendiri dan menempatkan
diri dalam perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang sedang berlangsung,
menghadapkannya dengan masalah-masalah susila serta masalah yang diwujudkan
oleh kenyataan-kenyataan kehidupan sosialm ekonomi, dan politik yang secara
sadar ataupun tidak sadar senantiasa dihadapinya; memberikan pengertian pada
mereka mengenai hubungan dan keterkaitan dari ilmu pengetahuan. singkatnya,
program pendidikan umum diharapkann dapat menjadikan mahasiswa lebih peka dan
lebih terbuka, disertai rasa tanggung jawab yang lebih kuat.
2. Tujuan
- Mampu
menjelaskan, membuktikan dan memberika contoh tentang "Memahami
Keberagaman" dalam visi ISBD.
- Mampu
menjelaskan, membuktikan dan memberikan contoh tentang ISBD sebagai alternatif
pemecahan masalah Sosial dan Budaya.
BAB II PEMBAHASAN
1. MEMAHAMI KEBERAGAMAN
Keberagaman adalah
kata yang menjadi sebuah cirikhas atau asset dari bangsa kita Indonesia, karena
keberagaman itulah yang menjadikan Indonesia ini sebagai bangsa yang kaya akan
budaya dan tersebar dari sabang sampai merauke. Bhineka Tunggal Ika sebagai
sebuah semboyan yang berarti berbeda-beda namun mempunyai tujuan yang sama
yaitu kemajuan bangsa Indonesia. Namun perlu kita garis bawahi, keberagaman
tadi akan menjadi sebuah kekuatan apabila kita mampu memahami,mengkaji berbagai
perdaan kemudian mengimplementasikannya lewat sikap yang dewasa tentang
perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sisi lain dari
keberagaman ialah sumber konflik. mengapa demikian? apabila kita mengamati dan
mengkaji tentang sebuah konflik dan apa latar belakang dari munculnya sebuah
konflik tersebut, maka yang menjadi akar permasalahannya adalah perbedaan.
Perbedaan yang berarti sesuatu yang tak sama dengan yang lain. Pada hakikatnya
perbedaan itu diciptakan untuk saling melengkapi dan mengisi sebuah kekurangan
dan dipersatukan satu dengan yang lainnya, bukan untuk saling menjatuhkan dan
menciptakan peta konfik yang bisa menimbulkan ketidak harmonisan atau
radikalnya adalah perpecahan. Analogi sederhana tentang arti positif dari
keberagaman adalah pelangi. Seperti halnya pelangi yang memiliki beragam warna
yang berbeda namun menjadikannya sangat terlihat exotis dan indah, melengkung
di langit biru karena saling memadu-padankan perbedaan warna tersebut. Oleh
karena itu mungkin inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa bangsa ini
belum bisa menjadikan keberagaman yang kental akan perbedaan menjadi sebuah
asset dan kekuatan yang kelak akan menciptakan keharmonisan layaknya pelangi.
Selain keharmonisan, rasa
nasionalisme merupakan sebuah karakter yang akan terbentuk apabila kita mampu
dan berhasil memahami sebuah perbedaan. Apabila kita sedikit menengok di tahun
98, dimana aksi mahasiswa pada saat itu sangat gencar-gencarnya terjadi dan
hampir disemua wilayah indonesia dengan tuntutan yang sama yaitu melengserkan
Ir.soeharto dari kursi kekuasaan di rezimnya sehingga nama mahasiswa di
Indonesia pada saat itu seolah menjadi pahlawan baru ditengah krisis
kepercayaan terhadap pemerintah yang dipimpin oleh Ir.soeharto. Peristiwa
tersebut membuktikan apabila sebuah perbedaan, keberagaman sudah mampu kita
pahami maka rasa nasionalisme akan dengan sendirinya terbentuk dan melekat
dalam jiwa kita, dan jika sudah seperti itu konflik yang menjadi dasar dari
perpecahan akan semakin jarang kita temui sehingga menjadikan bangsa ini
menjadi lebih baik dan bersatu mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bangsa
Indonesia seperti yang ada pada isi Pancasila poin ke-3 yang berbunyi
"persatuan Indonesia".
Semoga dengan memahami isi visi dari
mata kuliah ISBD yang berbunyi " Memahami Keberagaman" menjadikan
kita lebih peka dan dewasa dalam menyikapi sebuah perbedaan dan keberagaman
dalam konteks apapun baik itu agama, pendapat, ras, budaya, bahasa, sehingga
menjadi pribadi yang lebih berkualitas.
2. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL DAN
BUDAYA
Walaupun ilmu-ilmu sosial
menjadikan masalah-masalah sosial sebagai ruang lingkup studinya masing-masing
namun pusat studinya bukan pada usaha untuk memahami hakikat manusia menurut
pandangan masing-masing. Oleh karna itu ISBD memberikan dasar-dasar pengetahuan
sosial dan konsep – konsep budaya kepada mahasiswa,sehingga mampu mengkaji
masalah sosial ,kemanusiaan&budaya sehingga diharapkan mahasiswa peka
,tanggap ,kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan
budaya secara arif.perkembangan budaya berasal dari kata budi dan daya.budi
merupakan akal ,moral,sopan&tata krama.sedangkan daya adalah unsur
perbuatan jasmani agar mampu menciptakan merasakan,membuat karya. Maka,jika
dilihat dari tujuan dan fungsi dari pada ISBD diatas maka bagi para mahasiswa
yang telah mempelajarinya diharapkan mampu menjadi alternatif sebagai pemecah
masalah-masalah yang berkaitan erat dalam kehidupan kita baik itu tentang sosial
maupun berkenaan dengan budaya.
Mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang
nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi
manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan mendapat mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar mahasiswa diharapkan kelak memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup
luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan dapat menimbulkan minat
untuk mendalaminya lebih lanjut, sehingga mahasiswa diharapkan dapat turut
mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatifitas yang mereka
miliki. Setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat
memperlihatkan:
- Minat dan kebiasaan menyelidiki apa yang sedang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya serta mampu menelaah apa yg dikerjakannya sendiri.
- Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya memahami hubungan nilai-nilai tersebut dengan cara hidupnya sehari-hari.
- Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
- Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasa sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan
Latar belakang IBD
dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan
permasalahan sebagai berikut :
- Kenyataan bahwa Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan
- Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
- IPTEK menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki sisi positifnya juga memiliki sisi negative. Akibat dampak negative teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar