Minggu, 01 Maret 2015

Memahami keberagaman dan ISBD sebagai alternatif pemecahan masalalah Soaial dan Budaya

BAB I PENDAHULUAN


1. Latar Belakang 

       Pendidikan tinggi sebagai kelanjutan dari pendidikan menengah diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. pendidikan tinggi dilaksanakan di perguruan tinggi dan oleh perguruan tinggi yang terdiri atas pendidikan akademik dan professional.
             Lulusan perguruan tinggi baik ilmuan/akademisi dan professional diharapkan memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan personal, kemampuan akademik, dan kemampuan professional.
Kemampuan personal adalah kemampuan kepribadian. dengan kemampuan ini para teaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan,dan kenegaraan (pancasila), memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Kemampuan akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan, maupun tulisan; menguasai peralatan analisis, berpikir logis, kritis, sistematik dan analitik; memiliki kemampuan kensepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternative pemecahan.
Kemampuan professional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. dengan kemampua ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
Kemampuan personal adalah ditanamkan kepada para mahasiswa sebagai calon tenaga ahli melalui program pendidikan umum. pendidikan umum merupakan studi kajian yang membekali pesrta didik berupa kemampuan dasar tentang pemahaman, penghayatan,dan pengalaman nilai-nilai dasar kemanusiaan, sebagai makhluk tuhan, sebagai pribadi, anggota keluarga, masyarakat, warga Negara, dan sebagai bagian dari alam.
ISBD mengambil peran sebagai program pendidikan umum yang bersifat mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan personal. menempatkan diri sebagai anggota masyarakat yang tidak terpisahkan dari masyarakat serta kemampuan untuk memiliki tanggung jawab social kemasyarakatan. tanggung jawab itu diwujudkan dengan keikutsertaan dalam memecahkan masalah social dimasyarakatnya sesuai dengan ilmu yang dimilikinya.
            Program pendidikan umum berusaha untuk memperluas cakrawala perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehingga tidak terbatas pada  bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal masing-masing, membantu mahasiswa menemukan diri sendiri dan menempatkan diri dalam perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang sedang berlangsung, menghadapkannya dengan masalah-masalah susila serta masalah yang diwujudkan oleh kenyataan-kenyataan kehidupan sosialm ekonomi, dan politik yang secara sadar ataupun tidak sadar senantiasa dihadapinya; memberikan pengertian pada mereka mengenai hubungan dan keterkaitan dari ilmu pengetahuan. singkatnya, program pendidikan umum diharapkann dapat menjadikan mahasiswa lebih peka dan lebih terbuka, disertai rasa tanggung jawab yang lebih kuat.

2. Tujuan 

- Mampu menjelaskan, membuktikan dan memberika contoh tentang "Memahami Keberagaman" dalam visi ISBD.
- Mampu menjelaskan, membuktikan dan memberikan contoh tentang ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah Sosial dan Budaya.


BAB II PEMBAHASAN 

1. MEMAHAMI KEBERAGAMAN

       Keberagaman adalah kata yang menjadi sebuah cirikhas atau asset dari bangsa kita Indonesia, karena keberagaman itulah yang menjadikan Indonesia ini sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan tersebar dari sabang sampai merauke. Bhineka Tunggal Ika sebagai sebuah semboyan yang berarti berbeda-beda namun mempunyai tujuan yang sama yaitu kemajuan bangsa Indonesia. Namun perlu kita garis bawahi, keberagaman tadi akan menjadi sebuah kekuatan apabila kita mampu memahami,mengkaji berbagai perdaan kemudian mengimplementasikannya lewat sikap yang dewasa tentang perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
       Sisi lain dari keberagaman ialah sumber konflik. mengapa demikian? apabila kita mengamati dan mengkaji tentang sebuah konflik dan apa latar belakang dari munculnya sebuah konflik tersebut, maka yang menjadi akar permasalahannya adalah perbedaan. Perbedaan yang berarti sesuatu yang tak sama dengan yang lain. Pada hakikatnya perbedaan itu diciptakan untuk saling melengkapi dan mengisi sebuah kekurangan dan dipersatukan satu dengan yang lainnya, bukan untuk saling menjatuhkan dan menciptakan peta konfik yang bisa menimbulkan ketidak harmonisan atau radikalnya adalah perpecahan. Analogi sederhana tentang arti positif dari keberagaman adalah pelangi. Seperti halnya pelangi yang memiliki beragam warna yang berbeda namun menjadikannya sangat terlihat exotis dan indah, melengkung di langit biru karena saling memadu-padankan perbedaan warna tersebut. Oleh karena itu mungkin inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa bangsa ini belum bisa menjadikan keberagaman yang kental akan perbedaan menjadi sebuah asset dan kekuatan yang kelak akan menciptakan keharmonisan layaknya pelangi.
      Selain keharmonisan, rasa nasionalisme merupakan sebuah karakter yang akan terbentuk apabila kita mampu dan berhasil memahami sebuah perbedaan. Apabila kita sedikit menengok di tahun 98, dimana aksi mahasiswa pada saat itu sangat gencar-gencarnya terjadi dan hampir disemua wilayah indonesia dengan tuntutan yang sama yaitu melengserkan Ir.soeharto dari kursi kekuasaan di rezimnya sehingga nama mahasiswa di Indonesia pada saat itu seolah menjadi pahlawan baru ditengah krisis kepercayaan terhadap pemerintah yang dipimpin oleh Ir.soeharto. Peristiwa tersebut membuktikan apabila sebuah perbedaan, keberagaman sudah mampu kita pahami maka rasa nasionalisme akan dengan sendirinya terbentuk dan melekat dalam jiwa kita, dan jika sudah seperti itu konflik yang menjadi dasar dari perpecahan akan semakin jarang kita temui sehingga menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik dan bersatu mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia seperti yang ada pada isi Pancasila poin ke-3 yang berbunyi "persatuan Indonesia".
      Semoga dengan memahami isi visi dari mata kuliah ISBD yang berbunyi " Memahami Keberagaman" menjadikan kita lebih peka dan dewasa dalam menyikapi sebuah perbedaan dan keberagaman dalam konteks apapun baik itu agama, pendapat, ras, budaya, bahasa, sehingga menjadi pribadi yang lebih berkualitas. 

2. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL DAN BUDAYA
        
      Walaupun ilmu-ilmu sosial menjadikan masalah-masalah sosial sebagai ruang lingkup studinya masing-masing namun pusat studinya bukan pada usaha untuk memahami hakikat manusia menurut pandangan masing-masing. Oleh karna itu ISBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep – konsep budaya kepada mahasiswa,sehingga mampu mengkaji masalah sosial ,kemanusiaan&budaya sehingga diharapkan mahasiswa peka ,tanggap ,kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.perkembangan budaya berasal dari kata budi dan daya.budi merupakan akal ,moral,sopan&tata krama.sedangkan daya adalah unsur perbuatan jasmani agar mampu menciptakan merasakan,membuat karya. Maka,jika dilihat dari tujuan dan fungsi dari pada ISBD diatas maka bagi para mahasiswa yang telah mempelajarinya diharapkan mampu menjadi alternatif sebagai pemecah masalah-masalah yang berkaitan erat dalam kehidupan kita baik itu tentang sosial maupun berkenaan dengan budaya.   
       Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan mendapat mata kuliah Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan kelak memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan dapat menimbulkan minat untuk mendalaminya lebih lanjut, sehingga mahasiswa diharapkan dapat turut mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatifitas yang mereka miliki. Setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memperlihatkan:
  • Minat dan kebiasaan menyelidiki apa yang sedang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya serta mampu menelaah apa yg dikerjakannya sendiri.
  • Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya memahami hubungan nilai-nilai tersebut dengan cara hidupnya sehari-hari. 
  • Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
  • Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasa sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan
       Latar belakang IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut : 
  • Kenyataan bahwa Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan
  • Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
  • IPTEK menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki sisi positifnya juga memiliki sisi negative. Akibat dampak negative teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar